FILSAFAT ILMU KEISLAMAN DALAM PANDANGAN KAUM RASIONALISMETEORI DAN IMPLEMENTASI
Keywords:
Filsafat, ilmu, keislaman, rasionalisme.Abstract
Filsafat ilmu keislaman adalah cabang ilmu yang mempertimbangkan aspek-aspek teoritis dan metodologis dari pengetahuan keislaman. Hal ini mencakup penerapan metode ilmiah dalam pemahaman dan interpretasi teks-teks keagamaan, serta penelitian terhadap konsep-konsep teologis dan etika dalam konteks Islam. Filsafat ilmu keislaman tidak hanya mengkaji hubungan antara agama dan pengetahuan, tetapi juga mengeksplorasi batasan dan potensi dari metode ilmiah tradisional dalam studi agama. Secara khusus, filsafat ilmu keislaman mempertanyakan bagaimana cara pemahaman terhadap wahyu diintegrasikan dengan penemuan dan teori-teori ilmiah modern. Ini melibatkan analisis kritis terhadap konsep-konsep seperti akal, wahyu, kebenaran, dan otoritas dalam Islam, serta bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam konteks masyarakat yang semakin terhubung global dan kompleks.
Filsafat ilmu keislaman dalam pandangan kaum rasionalisme menekankan pentingnya penggunaan akal dan metodologi ilmiah dalam memahami ajaran Islam. Kaum rasionalis menganggap bahwa pemahaman terhadap agama haruslah melalui lensa rasionalitas dan penalaran yang objektif, yang memungkinkan mereka untuk menginterpretasikan teks-teks keagamaan secara kritis. Dalam konteks ini, filsafat ilmu keislaman menyoroti peran penting akal (reason) dalam proses interpretasi teks keagamaan, di mana penalaran logis dan metodologi ilmiah digunakan untuk menguji dan memahami konsep-konsep agama. Mereka cenderung menekankan bahwa ajaran-ajaran agama harus konsisten dengan pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan dan penelitian empiris. Kaum rasionalis juga menitikberatkan pada upaya untuk menjembatani kesenjangan antara tradisi intelektual Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern. Mereka berpendapat bahwa filsafat ilmu keislaman harus terbuka terhadap dialog dengan ilmu pengetahuan dan epistemologi Barat, sambil tetap mempertahankan akar dan nilai-nilai Islam yang mendasari.
Downloads
References
Al-Attas, S. M. N. Islam and Secularism. Kuala Lumpur, 2014.
Elias, M. J., et al. Promoting Social and Emotional Learning: Guidelines for Educators. Alexandria: ASCD., 1991.
Halstead, J. M. “An Islamic Concept of Education.” Comparative Education, 2004.
Hashim, R. “Traditional Islamic Education in Asia and Africa: Enduring Challenges and Emerging Directions.” Journal of Muslim Minority Affairs, 2011, 31(1), 5–18.
Hooks, b. (2003). Teaching Community: A Pedagogy of Hope. New York: Routledge, 2003.
Lickona. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books., 1991.
Maslow, A. H. (1970). Motivation and Personality. New York: Harper & Row., 1970.
Noddings, N. Caring: A Relational Approach to Ethics and Moral Education. Berkeley: University of California Press., 2013.
Rogers, C. R. Freedom to Learn. Columbus,. Charles Merrill., 1969.
Sahin, A. New Directions in Islamic Education: Pedagogy and Identity Formation. Markfield: Kube Publishing., 2018.
Soto, J., & Edson, A. “Pedagogy of Love: A Critical Humanizing Framework for Education.” International Journal of Critical Pedagogy, 10(2), 1–1 (2019).
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia., n.d.
Zeera, Z. Al. Wholeness and Holiness in Education: An Islamic Perspective., 2001.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. SAGE Publications.







